Kisah Para Rasul 2:42 Mereka bertekun dalam pengajaran rasul-rasul dan dalam persekutuan. Dan mereka selalu berkumpul untuk memecahkan roti dan berdoa
Shalom, saudara-saudara yang dikasihi Tuhan Yesus Kristus. Setiap orang yang menanam tanaman tentu berharap agar tanaman tersebut tumbuh subur dan menghasilkan buah yang baik. Agar dapat bertumbuh dengan baik, tanaman membutuhkan air, sinar matahari, dan nutrisi yang cukup. Demikian juga kehidupan orang Kristen membutuhkan Firman Tuhan sebagai sumber kekuatan dan pedoman hidup. Gereja yang sehat bukan hanya gereja yang ramai, memiliki banyak kegiatan, atau jumlah jemaat yang besar. Gereja yang sehat adalah gereja yang menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar dalam seluruh kehidupannya. Oleh karena itu, kita perlu belajar bagaimana menjadi gereja yang sehat dan berakar kuat dalam Firman Tuhan.
Kisah Para Rasul 2:42 menceritakan bahwa jemaat mula-mula tekun dalam pengajaran para rasul, persekutuan, memecahkan roti, dan berdoa. Mereka tidak hanya mendengarkan Firman Tuhan ketika beribadah, tetapi juga menjadikannya sebagai kebutuhan hidup sehari-hari. Hal ini mengajarkan bahwa kita perlu memiliki kerinduan untuk membaca, mendengar, dan memahami Firman Tuhan. Sama seperti tubuh membutuhkan makanan, kehidupan rohani kita juga membutuhkan Firman Tuhan. Ketika kita mencintai Firman Tuhan, kita akan semakin mengenal kehendak-Nya. Karena itu, marilah kita menyediakan waktu untuk membaca Alkitab dan berdoa setiap hari. Jangan sampai kesibukan membuat kita melupakan Tuhan yang menjadi sumber kehidupan kita.
Yakobus 1:22 mengingatkan kita untuk menjadi pelaku Firman, bukan hanya pendengar. Artinya, Firman Tuhan tidak cukup hanya kita dengarkan ketika berada di gereja, tetapi harus kita lakukan dalam kehidupan sehari-hari. Ketika Firman Tuhan mengajarkan kasih, kita harus belajar mengasihi sesama. Ketika Firman Tuhan mengajarkan pengampunan, kita harus bersedia mengampuni orang yang menyakiti kita. Kehidupan yang berlandaskan Firman Tuhan akan menolong kita tetap kuat ketika menghadapi masalah, kesulitan, dan pergumulan. Dengan demikian, orang lain dapat melihat kasih Tuhan melalui sikap dan perbuatan kita. Marilah kita membangun kehidupan yang kokoh dengan menjadikan Firman Tuhan sebagai dasar setiap keputusan.
Efesus 4:14–15 mengajarkan agar kita tidak mudah diombang-ambingkan oleh berbagai pengajaran yang menyesatkan. Gereja yang sehat harus berpegang teguh pada kebenaran Firman Tuhan dan terus bertumbuh menuju kedewasaan rohani. Kita perlu berhati-hati terhadap ajaran yang tidak sesuai dengan kebenaran Alkitab. Selain itu, kita harus berani menyatakan kebenaran dengan sikap yang penuh kasih. Pertumbuhan rohani tidak hanya terlihat dari pengetahuan Alkitab yang semakin banyak, tetapi juga dari perubahan sikap dan perilaku kita. Ketika kita semakin dewasa dalam iman, kita akan belajar hidup lebih sabar, rendah hati, jujur, dan mengasihi sesama. Karena itu, marilah kita terus bertumbuh dalam kebenaran Tuhan dan tidak mudah meninggalkan iman ketika menghadapi tantangan.
Saudara-saudara yang dikasihi Tuhan, gereja yang sehat bukan hanya gereja yang rajin beribadah, tetapi juga gereja yang hidup sesuai dengan Firman Tuhan. Kita semua memiliki tanggung jawab untuk menjaga agar kehidupan pribadi dan persekutuan gereja tetap berakar kuat dalam kebenaran-Nya. Mari kita mencintai Firman Tuhan, melakukan ajaran-Nya, dan terus bertumbuh dalam iman. Jangan biarkan masalah, kesibukan, atau pengaruh dunia menjauhkan kita dari Tuhan. Marilah kita bertanya kepada diri sendiri, apakah kehidupan kita sudah mencerminkan Firman Tuhan yang kita dengar selama ini? Kiranya Tuhan menolong kita menjadi pribadi dan jemaat yang sehat, kuat dalam iman, serta menghasilkan buah yang baik bagi sesama. Amin.
